TRC Jateng Gelar Perkemahan “1.001 Tenda 1.001 Alasan” di Kawasan Gunung Ungaran

TRC Jateng
TRC Jateng
  • TRC Jateng menggelar kegiatan akbar “1.001 Tenda 1.001 Alasan” di Kawasan Gunung Ungaran pada Sabtu, 31 Oktober 2026 hingga Minggu, 1 November 2026
  • Sebanyak 1.001 peserta dari relawan, Mapala, seniman, hingga akademisi akan melakukan penanaman 1.001 bibit pohon dan aksi bersih kawasan
  • Acara diisi dengan dialog publik energi-ekologi serta pentas seni budaya

MATASEMARANG.COM – Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah (TRC Jateng) bersiap menggelar kegiatan akbar lintas komunitas bertajuk “1001 Tenda 1001 Alasan” di Kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 31 Oktober 2026 hingga Minggu, 1 November 2026.

Mengusung tema besar “Satu Gunung, Seribu Kehidupan – Alam, Budaya dan Masa Depan Jawa Tengah”, agenda ini dirancang sebagai ruang belajar, mitigasi, serta aksi nyata pelestarian kawasan resapan air bagi relawan dan masyarakat umum.

Sekretaris Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah Erikda Ucok Hindratmo menjelaskan bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga kelestarian alam hari ini merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang.

Bacaan Lainnya

“Setiap langkah kecil untuk menjaga alam adalah warisan besar untuk generasi yang akan datang, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang untuk belajar, peduli dan bergerak bersama melalui edukasi lingkungan, aksi bersih kawasan, hingga penanaman bibit,” ujar Erikda Ucok Hindratmo di Kabupaten Semarang, Jumat, 30 Oktober 2026.

Rangkaian acara ini diikuti sekitar 1.001 peserta dari unsur relawan kemanusiaan, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), komunitas lingkungan, seniman, budayawan, akademisi, hingga warga lokal.

Panitia menyiapkan berbagai kegiatan strategis, mulai dari perkemahan massal, aksi bersih kawasan, hingga penanaman 1.001 bibit pohon di area kritis Gunung Ungaran.

Acara turut dimeriahkan pagelaran seni tradisi seperti Tari Topeng Ireng dan Jathilan, temu akrab lintas Mapala se-Jawa Tengah, serta forum dialog publik terbuka yang membedah isu energi, ekologi, ketersediaan air, dan keselamatan kawasan.

Pos terkait