- PDAM Tirta Moedal Kota Semarang kurangi pengunaan ABT di industri perhotelan dengan menggandeng PHRI
- PDAM jamin kenadalan pasokan air untuk suplai industri perhotelan
MATASEMARANG.COM – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha di wilayahnya. Melalui kesepakatan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, mayoritas pengelola hotel di Kota Semarang kini dilaporkan telah memprioritaskan penggunaan air PDAM dan memangkas penggunaan Air Bawah Tanah (ABT).
Direktur Umum PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Yulianto Prabowo mengatakan bahwa kolaborasi dengan PHRI menjadi salah satu bukti nyata kesadaran sektor bisnis dalam mendukung program konservasi lingkungan serta menjaga kelestarian Semarang.
“Kami sudah MoU dengan PHRI. Sekarang hampir semua hotel itu sudah memaksimalkan penggunaan air PDAM dan mengurangi penggunaan ABT-nya. Kita sudah sepakat konsen bersama-sama menjaga Kota Semarang tetap lestari,” kata Yulianto, Senin 17 Agustus 2026.
Yulianto menjelaskan, transisi skema penggunaan air di sektor perhotelan menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Keberadaan sumur ABT yang selama ini mendominasi operasional harian hotel kini telah dialihkan fungsinya.
“Sektor perhotelan yang sudah jalan sebagian besar sudah tidak pakai ABT sebagai sumber utama. Kalaupun masih menggunakan sumur, sifatnya hanya sebagai back-up atau cadangan saja jika sewaktu-waktu terjadi gangguan teknis pada jaringan PDAM,” jelasnya.
Guna mengimbangi peralihan skala besar dari pelaku bisnis perhotelan, PDAM Tirta Moedal menjamin keandalan pasokan air bersih yang melimpah di seluruh wilayah pelayanan Kota Semarang. Pihaknya berfokus pada pemeliharaan rutin jaringan agar distribusi tetap lancar tanpa hambatan.


















