MATASEMARANG.COM – Sebagai Kota Maritim, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan artefak sejarah dan memperkuat identitas Kota Semarang.
Komitmen ini mendapat apresiasi dari banyak pihak terutama dari kalangan sejarawan dan akademisi.
Langkah Pemerintah Kota Semarang yang aktif menelusuri, mengumpulkan, dan mengembalikan dokumen-dokumen bersejarah dinilai sebagai terobosan penting dalam upaya menyelamatkan memori kolektif bangsa sekaligus memperkuat jati diri kota.
Apresiasi tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Semarang dengan para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan, yang dihadiri Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP, Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M, Prof. Ikhwan, Prof. Robert Sibarani serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara pada Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Guru Besar Kebudayaan Prof. Robert Sibarani, tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian serius terhadap penyelamatan arsip dan artefak sejarah. Oleh karena itu, langkah Wali Kota Semarang dinilainya sebagai contoh kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan.
“Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Sejarah sebuah kota sering kali tercecer di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya,” kata Prof. Robert Sibarani.
Ia menjelaskan, pelestarian sejarah bukan sekadar mengumpulkan benda-benda kuno, melainkan menghadirkan kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi pembangunan kota.

















