MATASEMARANG.COM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang kembali memicu banyak keluhan dari orang tua murid.
Merespons kegelisahan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Semarang berinisiatif membuka ruang posko pengaduan khusus bagi warga yang merasa tidak puas atau mengalami kendala sistem.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa posko yang baru dibuka ini langsung diserbu oleh warga yang ingin berkeluh kesah mengenai rumitnya persaingan di sistem online.
“Fraksi PDIP mencoba untuk mendengar dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Kemarin saat Lebaran kita buka pengaduan THR, nah sekarang musim sekolah kita buka ruang untuk SPMB. Rata-rata yang disampaikan kepada kami adalah ketidakpuasan terhadap sistem penerimaan online,” kata Rahmulyo di Ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Kamis, 25 Juni 2026.
Rahmulyo menjelaskan, sistem online saat ini bekerja menggunakan algoritma yang sangat sensitif. Perbedaan angka yang sangat kecil, bahkan dalam hitungan detik saat menginput data, bisa langsung mengubah posisi dan mempengaruhi kelolosan calon siswa.
Mengingat kompleksnya masalah teknis komputerisasi tersebut, Fraksi PDIP memetakan aduan warga berdasarkan porsinya. Jika masalah masih bersifat umum, pihak fraksi akan memberikan edukasi.
Namun, jika sudah menyangkut kendala teknis yang rumit, aduan tersebut akan langsung didisposisikan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.
“Bukan kami sok dewa, tapi kami coba menampung. Sepanjang bisa kami jelaskan, kami jelaskan. Tapi kalau sudah menyangkut hal teknis yang ribet banget, kami disposisi kepada pemangku kepentingan seperti Dinas Pendidikan agar langsung menerima aduan masyarakat,” ujarnya.


















