MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kabupaten Demak mempercayakan penanganan hama “janda pirang” kepada Institut Pertanian Bogor atau IPB.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Ahmad Sugiharto yakin IPB mampu mengatasi hama “janda pirang” yang menyerang bawang merah. Bila hama ini bisa diatasi maka produktivitas tanaman itu bisa meningkat.
“Permasalahan utama yang beberapa tahun terakhir muncul, yakni munculnya penyakit ‘janda pirang’ pada komoditas bawang merah yang membuat daun menguning serempak, seakan kekurangan air atau pupuk,” katanya di sela menghadiri Peninjauan Program Inovasi Pertanian Bawang Merah IPB di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Minggu.
Ia berharap adanya sinergi antara petani dengan akademisi ini bisa menyelesaikan permasalahan penyakit yang beberapa tahun terakhir cukup masif dan mengakibatkan petani bawang merah gagal panen.
Selain itu, sinergi tersebut bisa mendongkrak produktivitas tanaman bawang merah, karena dengan berbagai inovasi teknologi terbaru dalam budidaya bawang merah.
Sinergi dengan akademisi perlu didorong terus sehingga perguruan tinggi lainnya juga bisa diajak bersinergi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan agar ilmunya bisa diterima dan dipraktikkan para petani.
“Mudah-mudahan penelitian yang dilakukan oleh IPB bisa memberikan dampak terhadap produktivitas tanaman bawang di Kabupaten Demak, khususnya di Desa Pasir yang memang sentranya bawang merah,” ujarnya.
Hama penyakit yang menjadi momok petani bawang itu bisa ditangani atau minimal bisa mengurangi dampak kerusakan tanaman bawang antara 50-60 persen.

















