Untuk mengendalikan penyakit tersebut, tim peneliti IPB mengembangkan teknologi berbasis mikroorganisme yang dirancang secara khusus sesuai dengan kondisi lahan di Desa Pasir Sukron.
“Teknologi yang kami uji penggunaan mikroorganisme bermanfaat yang kami kembangkan secara khusus di lokasi ini. Ini bukan pupuk, melainkan mikroorganisme yang berfungsi membantu mengendalikan penyakit tanaman,” ujarnya.
Ia menambahkan efektivitas teknologi tersebut akan terlihat pada saat panen mendatang. Hasil panen nantinya akan menjadi indikator keberhasilan penerapan inovasi sekaligus menjadi dasar pengembangan program di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa. [Ant]

















