Polines Ciptakan Teknologi Otomatisasi Nutrisi Tanaman untuk Petani di Wonosobo

Tim Inovasi Polines membuat perangkat teknologi penyiraman otomatis untuk Kelompok Tani Agria Raya di Wonosobo (foto: Polines)
Tim Inovasi Polines membuat perangkat teknologi penyiraman otomatis untuk Kelompok Tani Agria Raya di Wonosobo (foto: Polines)
  • Tim Inovasi Polines menerapkan teknologi penyiraman otomatis dan manajemen digital di Kelompok Tani Agria Raya, Wonosobo
  • Teknologi dirancang untuk instalasi screen house guna mengefisiensikan pemakaian air, nutrisi, dan energi dalam pembenihan bawang
  • Inovasi riset Polines ditujukan untuk mengurangi beban kerja manual petani sekaligus menarik minat generasi muda pada sektor pertanian modern

MATASEMARANG.COM – Politeknik Negeri Semarang (Polines) melalui Tim Inovasi Polines melakukan hilirisasi hasil riset teknologi guna mendukung pengembangan pembenihan bawang dan komoditas hortikultura di Kabupaten Wonosobo.

BACA JUGA  Khoirul Anam, Satpam Bank dengan Spirit Akademikus

Penerapan teknologi tersebut disalurkan langsung kepada Kelompok Tani Agria Raya yang berlokasi di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Program pengabdian masyarakat ini menghadirkan sistem penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman berbasis otomatisasi yang terintegrasi dengan manajemen digital.

Bacaan Lainnya

Sistem ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan budidaya di dalam rumah semai (screen house), sehingga petani dapat mengontrol presisi pasokan air dan nutrisi tanpa harus mengoperasikannya secara manual sepanjang hari.

BACA JUGA  Anggota TNI Gugur Saat Lerai Keributan di Resto di Wonosobo

Ketua Tim Inovasi Polines Muhamad Cahyo Ardi Prabowo menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat langsung menyentuh dan menyelesaikan masalah riil para petani di lapangan.

“Teknologi ini kami kembangkan tidak hanya untuk mengotomatisasi proses penyiraman dan pemberian nutrisi, tetapi juga untuk mendorong pengelolaan usaha pertanian yang lebih modern melalui manajemen digital,” katanya Rabu, 26 Agustus 2026.

Dia menambahkan bahwa efisiensi penggunaan air, nutrisi, dan energi menjadi sangat vital karena sebagian besar waktu petani di daerah perbukitan habis untuk mengolah ladang.

BACA JUGA  Cuaca Ekstrem, Petani Wonosobo Hanyut di Sungai Bogowonto

Penyerahan perangkat penunjang pertanian tersebut dilakukan oleh Muhamad Cahyo Ardi Prabowo bersama jajaran tim dosen Polines, yakni Atikah Ayu Janitra dan Mona Inayah Pratiwi, serta didampingi oleh sejumlah mahasiswa.

Pos terkait