- Kerja sama PWI Jateng dengan Udinus sudah berlangsung sejak puluhan tahun, terutama dalam pembekalan keterampilan penggunaan komputer bagi wartawan
- Udinus merupakan perguruan tinggi dengan keunggulan di bidang teknologi informasi
MATASEMARANG.COM – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah meneken nota kesepahaman (MoU) kerja sama.
MoU diteken di kampus Udinus Semarang, Selasa, 11 Agustus 2026, dengan dihadiri pucuk pimpinan kedua institusi tersebut.
Pada kesempatan sama juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus dan PWI Jateng mengenai Program Studi Lanjut Magister Ilmu Komunikasi.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Udinus Prof Dr Pulung Nurtantio Andono ST MKom, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, serta Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) PWI Jateng, Achmad Zaenal M, yang mewakili Ketua DK Amir Machmud NS.
Selain itu hadir pula Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi Dr Ir Dwi Eko Waluyo MM; Dekan FIK Sri Winarno MKom PhD; Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Dr Agus Triyono MSi; serta Dr Heri Pamungkas SS MIKom; Dr Mukaromah MIKom; dan Heni Indrayani MIKom.
Adapun pengurus PWI Jateng yang hadir Sekretaris Achmad Ris Ediyanto; Bendahara Chamim Rifai; Wakil Ketua Bidang Multimedia, Agus Toto Widyatmoko; Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari; Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto; Ketua Siwo, Wisnu Setiadji; dan Kepala Sekretariat, Agus Supriyanto.
Rektor Udinus Prof Pulung menyebut sinergi Udinus dengan PWI sudah berlangsung lama, sejak sang ayah, Prof Edi Noersasongko, mendirikan lembaga kursus IMKA yang menjadi cikal bakal Udinus.
“Sejak era 1990-an di IMKA, kami sudah membuka kursus gratis bagi wartawan. Kini, komitmen itu terus berlanjut. Kami siap support penuh PWI dan insan pers, termasuk menyelenggarakan pelatihan artificial intelligence (AI). Karena rekan-rekan PWI adalah bagian dari keluarga besar Udinus, kami berikan diskon khusus atau keringanan biaya untuk studi Magister Ilmu Komunikasi,” ujar Prof Pulung.

















