Pasien Hipertensi Susah Tidur? 5 Mahasiswi Unimus Punya Solusi

ilustrasi susah tidur (pixabay/mohamed_hassan)
ilustrasi susah tidur (pixabay/mohamed_hassan)
  • Mahasiswi keperawatan Unimus merancang SLEEP-7, panduan relaksasi berbasis kode QR untuk mengatasi insomnia penderita hipertensi
  • Tim meraih Juara I di ajang International Expo 2026 di Semarang pada Jumat, 7 Agustus 2026
  • Karya ini tengah diajukan untuk pendaftaran hak paten guna pengembangan layanan kesehatan masyarakat

MATASEMARANG.COM – Lima mahasiswi Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) merumuskan metode penanganan gangguan tidur (insomnia) pada penderita hipertensi tanpa menggunakan obat kimia.

Inovasi digital bernama SLEEP-7 tersebut berhasil mengantarkan tim menyabet Juara I dalam ajang International Expo 2026 yang digelar di Semarang pada Jumat, 7 Agustus 2026.

BACA JUGA  Anggaran Pendidikan 2026 Catat Rekor, Tembus Rp757,8 Triliun

Inovasi yang digagas oleh Kesuma Wardhani beserta empat rekannya dari kelas 2C ini memadukan teknik relaksasi tubuh dengan teknologi ponsel pintar. SLEEP-7 mengemas tujuh langkah terapi mandiri interaktif yang terbukti efektif menenangkan sistem saraf.

Bacaan Lainnya

Dalam penerapannya, pengguna cukup memindai kode QR menggunakan gawai. Secara otomatis, panduan video tutorial relaksasi akan muncul di layar untuk memandu gerakan tubuh pengguna.

BACA JUGA  Unsoed dan PT Sang Hyang Seri Kerja Sama Riset Padi Unggul Tahan Perubahan Iklim

Alhamdulillah, kami tentu sangat bersyukur dan bangga bisa meraih Juara I. Namun pengalaman paling berharga bagi kami bukan hanya ketika nama tim diumumkan sebagai pemenang. Kami senang karena selama expo bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis, sekaligus mengenalkan pentingnya kualitas tidur bagi pasien hipertensi,” kata Kesuma Wardhani pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Komitmen Pengembangan Karya dan Pendaftaran Hak Paten

Selama pameran berlangsung, tim Unimus juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan pengunjung. Kesuma menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu bagi timnya untuk menyempurnakan SLEEP-7 agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Pos terkait