- Kelelahan kerja dan tekanan psikologis dapat menurunkan kesadaran situasional pekerja yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan
MATASEMARANG.COM – Mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Tiaman Gea, menciptakan inovasi sistem pemantau fisik pekerja berisiko tinggi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut Tiaman di Semarang, Selasa, karya ilmiah yang meraih juara 3 dalam HSSE Innovation Challenge itu dikembangkan untuk menjawab keterbatasan sistem pemantauan keselamatan kerja konvensional yang selama ini cenderung bersifat reaktif dan dilakukan secara berkala.
Karya ilmiah berjudul “WellGuard: Rancangan Sistem Terintegrasi Pemantauan Kelelahan Fisik dan Risiko Psikologis Pekerja Industri Energi Berbasis Multimodal Artificial Intelligence, Wearable Biometrik, dan Natural Language Processing sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja” itu, kata dia, diperuntukkan bagi pekerja sektor energi dengan tingkat risiko tinggi, seperti industri minyak dan gas serta pertambangan.
“Kelelahan kerja dan tekanan psikologis dapat menurunkan kesadaran situasional pekerja yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan,” katanya.
WellGuard, lanjut dia, menawarkan sistem pemantauan terpadu yang menggabungkan teknologi wearable biometrik dan AI untuk memantau kondisi fisik, sekaligus risiko psikologis pekerja secara lebih komprehensif.
“Transformasi sistem K3 industri energi harus bergerak menuju paradigma prediktif. Melalui WellGuard, kami memadukan data fisiologis real-time dan analisis sentimen psikologis untuk memutus siklus degradasi fisik-mental yang rentan memicu kecelakaan kerja di area berisiko tinggi,” ucapnya.

















