- Unsoed dan BRI meresmikan Kick-Off Desa BRILian 2026 Batch 2 secara daring pada Selasa, 18 Agustus 2026
- Program berfokus pada penerapan konsep Desa 5.0 yang memadukan teknologi digital, kepemimpinan, dan potensi lokal
- Rektor Unsoed menggarisbawahi pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam memajukan ekonomi desa
MATASEMARANG.COM – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi memperkuat kolaborasi pemberdayaan masyarakat melalui acara Kick-Off Desa BRILian 2026 Batch 2 pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”.
Acara ini menandai dimulainya rangkaian program Desa BRILian 2026 Batch 2 yang difokuskan pada percepatan transformasi pedesaan lewat pemanfaatan teknologi, peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM), penguatan kepemimpinan lokal, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Agenda peluncuran ini menghadirkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI H. Yandri Susanto sebagai keynote speaker. Turut hadir Direktur Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Akhmad Purwajaya, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDTT Dr. H. Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Prof. Elly Tugianti.
Saat membuka acara, Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital desa bergantung pada kesiapan SDM dan kepemimpinan yang mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran.
“Teknologi yang canggih tidak akan memberikan dampak yang optimal apabila tidak diikuti dengan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya, kepemimpinan yang mampu mengarahkannya, serta kelembagaan yang mampu memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Akhmad Sodiq.


















