Disdik Kota Semarang Siap Perbaiki 30 Lebih SD Rusak pada 2026, Termasuk SDN Pendrikan Lor 02

Kepala Dinas pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala Dinas pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berupaya meningkatkan kenyamanan fasilitas belajar mengajar. Pada tahun anggaran 2026, Disdik menjadwalkan perbaikan puluhan bangunan sekolah dasar (SD) negeri yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.

Salah satu sekolah yang dipastikan masuk dalam skema perbaikan tahun ini adalah SD Negeri Pendrikan Lor 02.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan beberapa bangunan sekolah di wilayahnya memang masih ada yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, SDN Pendrikan Lor 02 segera diperbaiki agar ruang kelas kembali nyaman digunakan siswa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Usai Demo, Disdik Kota Semarang Tetap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

“SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema untuk yang kami perbaiki pada tahun 2026. Jadi, tahun ini nanti sudah bisa kami perbaiki agar lebih nyaman untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak-anak murid kita semuanya,” kata Ahsan, Kamis, 30 Juli 2026.

Terkait teknis perbaikan di SDN Pendrikan Lor 02, Ahsan menjelaskan bahwa kerusakan di sekolah tersebut bervariasi antara kategori sedang dan berat. Pihak bidang sarana dan prasarana (sarpras) SD akan melakukan asesmen lebih lanjut untuk memetakan detail kerusakan di lokasi.

BACA JUGA  Sempat Mati Suri, Bawaslu Kota Semarang akan Bangkitkan Lagi Kelurahan Antipolitik Uang

Ahsan juga meluruskan pembagian wewenang anggaran perbaikan sekolah. Dinas Pendidikan fokus menangani kerusakan yang masuk kategori sedang dan berat.

“Kalau pemeliharaan yang ringan itu bisa menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Untuk yang sedang dan berat tentu dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Ia mengaku belum bisa membeberkan angka pasti total anggaran yang dialokasikan karena besaran tiap sekolah bervariasi dan datanya harus dicermati kembali.

Pos terkait