Ahsan mengatakan bahwa perbaikan sekolah di Kota Semarang dipastikan tidak hanya berpusat pada satu lokasi saja. Ia mengungkapkan sepanjang tahun 2026 ada lebih dari 30 SD negeri yang menjadi prioritas perbaikan. Program ini pun akan terus berlanjut hingga tahun depan.
“Pada 2026 ini untuk alokasi perbaikan di SD ada 30 lebih titik, ya. Nanti pada 2027 lebih dari 40 titik lokasi. Semuanya prioritas,” ujarnya.
Saat ini, proses pengerjaan untuk 30 lebih sekolah tersebut sudah mulai berjalan secara bertahap. Beberapa proyek sekolah sudah masuk tahap penayangan lelang di Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), sebagian telah terpilih penyedia jasanya, dan beberapa lainnya bahkan sudah mulai tahap pengerjaan fisik di lapangan.
Mengingat jumlah SD Negeri di Kota Semarang mencapai 325 sekolah, Ahsan mengakui bahwa pemeliharaan bangunan sekolah merupakan tantangan yang berkelanjutan dan akan terus berputar setiap tahunnya.
“Jumlahnya cukup banyak. Dari tahun ke tahun ada yang kita perbaiki, tapi juga ada yang mulai perlu pemeliharaan lagi. Jadi selalu bergantian. Yang kemarin sudah kita perbaiki, nanti yang dulunya bagus berganti perlu dilakukan pemeliharaan lagi. Jadi memang berurutan terus, berputar terus,” tandasnya. ***

















