MATASEMARANG.COM – Realitas pahit membayangi dunia pendidikan di pusat Kota Semarang. Sekolah Dasar (SD) Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi darurat setelah empat ruangan utamanya mengalami kerusakan berat akibat dimakan rayap dan faktor usia.
Meski ancaman keselamatan siswa nyata di depan mata, pihak sekolah terkesan berjalan sendiri dalam melakukan perbaikan. Selama ini, satuan pendidikan tersebut hanya mengandalkan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jumlahnya sangat terbatas dan tidak dirancang untuk menangani kerusakan struktural skala besar.
Guru SD Negeri Pendrikan Lor 02 Ratna Armina membeberkan fakta bahwa kompleks bangunan yang kini lapuk tersebut sama sekali belum pernah mendapatkan sentuhan renovasi besar dari pemerintah daerah selama sekitar 15 tahun terakhir.
Namun, menurutnya, pihak sekolah tidak tinggal diam dan telah berulang kali menempuh jalur birokrasi resmi dengan mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada Dinas Pendidikan. Namun, hingga bergantian tahun anggaran berulang kali, realisasi perbaikan menyeluruh tak kunjung dilakukan.
“Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada dinas terkait, namun hingga kini belum terealisasi,” kata Ratna, Kamis, 30 Juli 2026.
Kepala SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang Dwi Hartiningsih, mengakui bahwa pihaknya menghadapi jalan buntu dalam hal pendanaan fisik. Dana BOS yang diterima sekolah terpaksa dipotong untuk melakukan penambalan darurat agar proses belajar 298 siswa tidak berhenti total.

















