MATASEMARANG.COM – Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Semarang (Polines) menghadirkan inovasi teknologi berupa dapur pemanas listrik dengan sistem kontrol suhu otomatis untuk membantu UKM Budi Jaya Logam di Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
UKM Budi Jaya Logam selama ini dikenal sebagai produsen aluminium cor, menghasilkan berbagai produk seperti burner kompor gas, pompa air, komponen sepeda motor, hingga kerajinan coran.
Namun, kapasitas produksi burner kompor gas yang hanya sekitar 300 unit per hari belum mampu memenuhi permintaan pasar yang mencapai 700 unit per hari.
Ketua tim, Sri Harmanto menjelaskan bahwa metode tradisional menggunakan kompor gas dalam pemanasan inti cetakan resin coated menimbulkan banyak kendala.
Kendala pertama adalah suhu tidak stabil sehingga kualitas inti cetakan tidak seragam.
Selain itu, waktu pemanasan tidak terkendali dan energi yang boros karena panas terbuang ke lingkungan.
Risiko kebakaran juga tinggi akibat penggunaan kompor gas tanpa sekat pengaman.
Akibatnya, waktu pengerjaan inti cetakan rata-rata mencapai 10 menit per buah, tingkat kegagalan produk sekitar 10 persen, serta lingkungan kerja kurang aman dan kurang tertata.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Polines merancang dapur pemanas listrik berdaya 2.000 watt dengan elemen pemanas tipe coil, dilengkapi digital temperature controller dan sensor termokopel tipe K.
“Uji coba menunjukkan alat mampu mencapai suhu 150 derajat Celsius dalam waktu kurang dari 7 menit, dengan kestabilan kurang lebih 5 derajat dari target,” jelas Sri Harmanto.


















