MATASEMARANG.COM – Pendidikan karakter bagi anak-anak di lingkungan sekolah dinilai masih belum optimal. Sebab, sejauh ini pendidikan karakter yang diberikan di sekolah masih sebatas materi. Sedangkan penerapan dalam kehidupan sehari-hari masih perlu diperkuat.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Semarang Listyati Purnama Rusdiana mengusulkan adanya buku panduan atau handbook yang berisi implementasi nilai-nilai karakter bagi orang tua dan guru.
Usulan itu disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengasuhan dan Stimulasi Dini Anak di Kota Semarang yang digelar Tanoto Foundation di Semarang.
“Jadi membahas karakter itu tidak hanya teori, tetapi perlu ada praktiknya. Semoga handbook ini bisa bekerja sama dengan Tanoto Foundation sehingga dapat terwujud,” kata Listyati, Sabtu, 27 Juni 2026.
Istri Wakil Wali Kota Semarang ini juga menjelaskan bahwa penguatan karakter yang akan dikembangkan nantinya akan menitikberatkan pada karakter Jawa yakni nilai-nilai yang selaras dengan budaya dan kehidupan masyarakat Jawa Tengah.
Listyati mengatakan karakter tersebut dipilih karena memiliki nilai luhur yang diyakini mampu membentuk pribadi anak menjadi lebih baik serta memberikan dampak positif ketika mereka tumbuh dewasa.
“Itu yang menjadi tolak ukur, sehingga nanti kita lebih fokus menentukan mana yang menjadi prioritas untuk diterapkan, apakah karakter Jawani atau nilai lain yang memang perlu diperkuat,” tuturnya.
Listyati mengatakan bahwa penerapan nilai-nilai Jawani nantinya tidak hanya menyasar kader PKK, tetapi juga akan diperluas ke lingkungan sekolah, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD).


















