MATASEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengajak mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk terus mengasah nalar kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
Ajakan itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) bertema Manifesto Nalar Kritis; Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Aswaja dalam Menavigasi Krisis Geopolitik dan Disrupsi Global di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas, Sabtu 27 Juni 2026.
Saleh menegaskan, kemampuan berpikir kritis menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, deepfake, maupun konten provokatif di media sosial.
“Pemuda dan mahasiswa selalu menginisiasi perubahan dalam setiap perjalanan sejarah bangsa melalui nalar kritisnya yang dimanifestasikan dalam perjuangan nyata,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Jateng itu menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi dan penyebar kesadaran di tengah masyarakat. Mereka harus berani menguji kebenaran informasi dan mempertanyakan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai keadilan sosial.
“Gerakan mahasiswa adalah harapan. Mahasiswa harus menjadi pelopor agar masyarakat tidak menerima informasi mentah-mentah,” katanya.
Saleh juga mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terombang-ambing oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), deepfake, maupun buzzer.
“Mahasiswa Aswaja tidak perlu bingung di tengah serbuan AI dan buzzer. Kedepankan tabayyun, urusan viral belakangan saja,” tegasnya.


















