Menurutnya, nalar kritis harus dilatih melalui kebiasaan memeriksa sumber informasi, memahami konteks, serta menelaah motif di balik penyebaran konten.
Khusus bagi mahasiswa Unwahas yang berlandaskan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), ia menekankan pentingnya menjaga etika dan adab dalam berpikir kritis.
“Kalau nalar kritis Barat meragukan semua hal, nalar kritis Aswaja meragukan semua hal secara beradab. Boleh curiga tapi tetap santun,” pungkasnya.


















