Efek Super El Nino 2026, Panen Garam Melimpah

  • Super El Nino memicu panen garam di Jawa Tengah melimpah
  • Permasalahan baru muncul bagi para petani, yaitu rendahnya harga garam

MATASEMARANG.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan lonjakan produksi garam rakyat yang signifikan pada musim tanam tahun 2026. 

Optimisme ini didorong oleh datangnya fenomena cuaca Super El Nino yang membawa suhu udara lebih tinggi serta periode kemarau yang lebih panjang.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP Jawa Tengah Lilik Harnadi, mengatakan bahwa kondisi cuaca tahun ini merupakan kebalikan dari tahun 2025. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tangani “Homesick” Siswa, Sekolah Rakyat Kerja Sama dengan Psikolog dari Unika

Pada tahun lalu, fenomena kemarau basah memangkas angka produksi garam Jateng hingga hampir separuhnya akibat tingginya curah hujan.

“Tahun 2025 lalu produksi garam kita turun menjadi sekitar 283.000 ton, dari tahun sebelumnya yang mencapai 536.000 ton di bulan Desember. Penyebabnya fenomena kemarau basah, di mana hujan terus turun sepanjang tahun. Namun, tahun 2026 ini kami optimis meningkat tajam karena dampak Super El Nino. Cuaca diperkirakan naik 2 derajat, lebih kering, dan masa panen bisa membentang panjang sampai bulan November,” kata Lilik ditemui di Kantor DKP Jateng, Jumat 7 Agustus 2026.

BACA JUGA  Dishub Jateng dan TNI Polri Razia Kendaraaan ODOL, Berkaca Kecelakaan Fatal Kalijambe

Jawa Tengah saat ini menempati urutan kedua sebagai daerah penghasil garam terbesar secara nasional setelah Jawa Timur, dengan menyumbang kontribusi sekitar 33 persen dari total produksi nasional. 

Dengan total luas lahan hampir 10.000 hektar dan jumlah petambak mendekati 10.000 orang, Jateng mengandalkan kawasan pesisir Pantura (Pati, Rembang, Demak, Jepara, Brebes), Pesisir Selatan (Purworejo, Kebumen, Cilacap), serta wilayah unik daratan penghasil garam di Kabupaten Grobogan.

Pos terkait