- Aksi teatrikal salah satu peserta dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan viral
- MUI mengecam keras pertunjukan horor dan penyembelihan hewan yang dinilai mencederai makna spiritual peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Pemkab Pekalongan berencana memanggil panitia penyelenggara serta berkoordinasi dengan MUI
MATASEMARANG.COM – Perhelatan parade budaya Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang digelar di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Kamis, 10 September 2026, mendadak menjadi perbincangan hangat publik.
Aksi panggung salah satu kelompok peserta memicu kontroversi tajam lantaran menampilkan visualisasi dan simbol-simbol yang dinilai netizen identik dengan paham pemujaan setan.
Parade yang semula ditujukan untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menayangkan jajaran peraga busana berbaju iblis, obor, kitab berlogo mata satu, hingga simbol pentagram terbalik.
Sorotan makin tajam setelah adegan teatrikal memperlihatkan aksi penyembelihan seekor kambing di arena terbuka hingga darah berceceran.
Menanggapi fenomena viral tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai atraksi teatrikal tersebut telah melenceng jauh dari nilai-nilai keislaman dan esensi perayaan hari besar agama.
“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan menyimpang membuat makna spiritual perayaan Maulid Nabi menjadi hilang. Penyembelihan dengan cara yang tampak tidak beradab dan dijadikan tontonan horor sangat menyimpang dan bertentangan dengan syariat. Itu bukan ajaran Rasulullah. Jangan menyimpang,” tegas Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, Senin, 14 September 2026.
Menyikapi polemik yang meresahkan masyarakat luas, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bertindak cepat dengan merencanakan pemanggilan resmi terhadap pihak panitia penyelenggara SKNC 2026.


















