BMKG: Udara Jateng Aman dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

ilustrasi abu vulkanik (pixabay/ hg fotografie)
ilustrasi abu vulkanik (pixabay/ hg fotografie)
  • BMKG mengonfirmasi ruang udara dan kualitas udara di wilayah Jawa Tengah aman dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau
  • Hasil pengujian sampel udara (paper test) di Semarang, Tegal, Cilacap, hingga Kertajati menunjukkan hasil negatif paparan abu vulkanik

MATASEMARANG.COM -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kualitas dan ruang udara di wilayah Jawa Tengah berada dalam kondisi aman serta bebas dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan hasil pemantauan terorganisir, pergerakan angin membawa material abu ke arah berlawanan dari kawasan Jawa Tengah.

BACA JUGA  Ewert Dikeluarkan dari UFC 317 Akibat "Overweight" 10 kg

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo, menjelaskan bahwa pengamatan dinamika atmosfer terus dilakukan menggunakan acuan data meteorologi penerbangan internasional.

Bacaan Lainnya

“Dari data terakhir kami yang mengacu pada Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” katanya, Senin, 7 September 2026.

BACA JUGA  Gunung Ungaran Akan Dibor Demi Dapatkan Listrik

Yoga menambahkan, pengetesan fisik (paper test) yang digelar secara berkala pada 6 dan 7 September 2026 di lingkungan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatatkan hasil negatif dari partikel abu.

Hasil yang sama juga ditunjukkan melalui pemantauan kualitas udara di titik wilayah lain, seperti Tegal, Cilacap, hingga Kertajati.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi tidak ada dampak material vulkanik yang mengganggu kehidupan masyarakat harian.

BACA JUGA  Cuaca Semarang Kamis 4 Juni 2026: Dominan Langit Biru

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, di Semarang, Senin, 7 September 2026.

Pos terkait