- Kementerian ESDM dan PT PLN merespon aspirasi warga terkait rencana pembangunan PLTP Gunung Ungaran
- Pemerintah memastikan titik pengeboran PLTP Ungaran masih dalam tahap studi lanjutan dan berada di luar radius aman dari situs cagar budaya Candi Gedong Songo
- WALHI Jateng meminta pemerintah mengkaji ulang efisiensi investasi Rp5,7 triliun serta potensi risiko lingkungan dan kebencanaan di kawasan
MATASEMARANG.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) merespon suara dan aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya mengatakan bahwa penentuan lokasi fasilitas produksi maupun titik pengeboran (drilling site) PLTP Gunung Ungaran tidak dilakukan secara sembarangan dan hingga kini masih dalam tahap studi komprehensif.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Diskusi dan Dialog Kebijakan Energi yang digelar di Kampus FISIP Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Kamis, 17 September 2026.
“Saat ini masih dalam proses studi. Penentuan titik pengeboran tidak dilakukan secara sembarangan dan akan memperhatikan berbagai aspek, termasuk keberadaan situs maupun kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Pengembangan panas bumi di Dieng yang tetap berjalan berdampingan dengan kawasan Candi Arjuna menjadi bukti. Begitu pula nantinya di Gunung Ungaran, jauh dari Candi Gedong Songo,” kata Priatin Hadi Wijaya.
Menambahkan penjelasan tersebut, Executive Vice President Management Geothermal PT PLN (Persero) John Yudi Steve Rembet menyatakan komitmen pihak pengembang untuk menjaga kelestarian cagar budaya dan aktivitas pariwisata daerah.
“Jauh dari Candi Gedong Songo, perimeternya itu sekitar dua kilometer, tapi bisa lebih jauh lagi. Bangunan dan kegiatan wisata Candi Gedong Songo masih bisa berjalan dan utuh, dan kami berkomitmen berusaha menghindari itu,” tutur EVP Management Geothermal PT PLN, John Yudi Steve Rembet.


















