Berjarak 2 Km, Proyek Geothermal Gunung Ungaran Dirasa Tak Ganggu Candi Gedong Songo

Dialog proyek PLTP Gunung Ungaran di FISIP Undip Semarang, Kamis, 17 September 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Dialog proyek PLTP Gunung Ungaran di FISIP Undip Semarang, Kamis, 17 September 2026 (foto: Pemprov Jateng)

Di sisi lain, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah Fahmi Bastian mendorong pemerintah untuk melakukan kajian ulang secara kritis atas urgensi proyek bernilai investasi Rp5,7 triliun dengan kapasitas output 55 MW tersebut.

Fahmi menyoroti cadangan energi nasional yang masih melimpah di atas 30 persen, potensi alih fungsi tutupan lahan hutan pegunungan, kebutuhan konsumsi air, hingga risiko kebencanaan wilayah.

Geothermal memang zero emisi, tetapi tidak zero bencana. Dampak terhadap konteks kebencanaan juga perlu diperhitungkaan. Kalau dalam konteks urgensi energi, sebenarnya tidak terlalu membutuhkan,” ujar Fahmi Bastian.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Startup Berbasis AI Turun Tangan Bantu Pemerintah Tangani Judol

Melalui ruang dialog akademis ini, seluruh pihak berharap proses evaluasi dan transparansi data studi geologi serta lingkungan terus dibuka agar pembangunan energi terbarukan di Jawa Tengah dapat berjalan selaras dengan keselamatan ekosistem dan kebudayaan lokal.

Pos terkait