Meski produksi berpotensi melimpah ruah, Lilik tidak memungkiri adanya tantangan klasik yang selalu membayangi petambak, yakni anjloknya harga garam saat panen raya.
“Konsekuensinya, kalau produksi melimpah biasanya harga di tingkat petambak akan turun. Ini jadi dilema. Petambak penggarap yang butuh memenuhi kebutuhan harian kerap terpaksa menjual murah hasil panen di awal. Berbeda dengan juragan atau pemilik modal yang bisa menyimpan pasokan di gudang sampai harganya kembali membaik. Masalah stabilitas harga ini yang perlu kita antisipasi bersama,” tandasnya.

















