Selain itu, tim juga memberikan pelatihan penggunaan, perawatan rutin, serta manajemen keuangan sederhana agar UKM dapat mengelola biaya produksi dan penjualan lebih sistematis.
Penerapan dapur pemanas listrik memberikan hasil signifikan:
- Waktu pemanasan berkurang 50 persen, dari 10 menit menjadi sekitar 5 menit per buah.
- Tingkat kerusakan inti turun dari 10 persen menjadi hanya 3 persen.
- Kapasitas produksi meningkat 50 persen, dari 300 unit burner per hari menjadi sekitar 450 unit.
- Risiko kebakaran menurun drastis karena tidak ada kontak langsung dengan api.
- Lingkungan kerja lebih bersih dan tertata berkat ruang pemanas tertutup.
UKM Budi Jaya Logam juga antusias mengembangkan kapasitas alat dengan integrasi digital monitoring berbasis smartphone, sehingga performa produksi dapat dipantau secara real-time.
Tim Polines menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis jangka pendek, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan.
“Kami merencanakan pengembangan lanjutan berupa peningkatan kapasitas alat, efisiensi energi, serta branding produk agar UKM Budi Jaya Logam semakin kompetitif di tingkat nasional,” pungkas Sri Harmanto.


















