Pemkot Semarang Dapatkan Apresiasi Mampu Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah koleksi bersejarah, antara lain 13 surat berharga berupa saham Hotel du Pavillon (kini Hotel Dibya Puri) tahun 1892, surat sero NV Seng Tek Jia tahun 1955, hingga obligasi Semarangsche Administratie Maatschappij senilai lima juta Gulden pada masanya serta artefak berupa lampu badai kapal kuno.

Kolektor sejarah Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP. yang menyerahkan sebagian koleksi tersebut, menyatakan keyakinannya bahwa artefak-artefak itu kini berada di tangan yang tepat.

BACA JUGA  Gabung PSIM, Ze Valente: Senang Bisa Kembali ke Yogyakarta

“Dokumen pemberitaan tahun 1830-an maupun obligasi bernilai jutaan Gulden ini adalah bukti autentik bahwa Semarang telah berkembang sebagai pusat perdagangan, administrasi, dan ekonomi sejak ratusan tahun lalu. Kami menyerahkannya kepada Pemerintah Kota Semarang karena melihat komitmen nyata Ibu Wali Kota untuk menjaga kelestariannya sekaligus menjadikannya media edukasi bagi masyarakat,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polisi Cek 5 Rumah Pompa Penting Antisipasi Banjir Wilayah Timur Semarang

Kota Semarang memiliki jejak sejarah yang kuat dalam Jalur Sutra Maritim, termasuk keterkaitannya dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho.

Oleh sebab itu, penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional akan semakin memperkuat posisi Semarang sebagai pusat kajian sejarah maritim.

Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelestarian sejarah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.

Menurutnya, berbagai arsip, artefak, dan dokumen kuno bukan sekadar benda koleksi, melainkan sumber pengetahuan untuk memahami perjalanan pembangunan Kota Semarang sejak masa lalu.

Pos terkait