MATASEMARANG.COM – Tingginya minat investor global terhadap proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang membawa angin segar bagi Pemerintah Kota Semarang.
Hingga saat ini sudah ada 85 investor dari berbagai negara yang sudah tertarik untuk terlibat dalam proyek strategis tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan, sudah ada enam perusahaan yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek.
Ia menyebut bahwa jumlah kunjungan calon investor tersebut masih akan terus bertambah, seiring rencana kunjungan investor lain pada 8 Juni 2026.
“Banyak investor yang berminat, bahkan sudah ada enam perusahaan yang melihat lokasi dan tanggal 8 Juni nanti ada rencana kunjungan investor lain ke lokasi PSEL, mungkin akan bertambah lagi,” kata Glory, Jumat, 5 Juni 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional saja.
Ia mengatakan perlu adanya lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tapi bisa diolah menjadi sumber daya yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” kata Agustina.
Agustina menegaskan melalui proyek PSEL Semarang, maka Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.
















