Pharma City: Aplikasi Integrasi Stok Obat se-Kota Semarang

Dinas Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City, Kamis 16 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)
Dinas Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City, Kamis 16 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi meluncurkan aplikasi inovatif bernama Pharma City. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh ketersediaan stok obat di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga ratusan apotek swasta di Ibu Kota Jawa Tengah.

Langkah ini menjadi terobosan besar karena mempermudah masyarakat dalam mengecek ketersediaan obat secara real-time tanpa harus membuang waktu mendatangi satu per satu apotek. Inovasi ini diinisiasi oleh Kepala Farmasi Dinkes Kota Semarang Indah Mayangkarti.

BACA JUGA  Marak Beras Oplosan, Pemkot Semarang Bakal Gencarkan Operasi Pasar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto yang hadir dalam peluncuran Pharma City di MG Setos Semarang menjelaskan bahwa selama ini masyarakat maupun pemerintah hanya bisa memantau ketersediaan obat di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah saja. Sementara, ketersediaan obat di apotek swasta sering kali menjadi misteri.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Penanaman 250 Pohon di Hulu Semarang, Wujud "The Green Legacy Project"

“Di apotek ada obat apa, kita tidak pernah tahu. Maka dengan adanya Pharma City yang mengintegrasikan semua apotek di Kota Semarang ini, masyarakat bisa langsung melihat ketersediaan obat secara langsung,” kata Handi, Kamis, 16 Juli 2026.

Dengan Pharma City, lanjut Handi, warga yang membutuhkan obat tertentu bisa langsung mengetahui apotek mana saja yang menyediakannya.

“Jadi, sakit apa, butuh obat apa, ada di apotek mana, langsung ketahuan. Warga tidak perlu lagi buang-buang waktu ke sana-kemari mencari obat dari satu apotek ke apotek lain,” jelasnya.

BACA JUGA  Dua Pemain Baru Perkuat Kendal Tornado FC di Awal Tahun

Selain memudahkan masyarakat, aplikasi ini juga berfungsi sebagai alat pemantau suplai obat bagi pelaku usaha apotek dan pemerintah. Handi memaparkan bahwa kebutuhan obat di tiap wilayah berbeda-beda tergantung pada tren penyakit yang sedang menjangkiti wilayah tersebut.

Pos terkait