Pharma City: Aplikasi Integrasi Stok Obat se-Kota Semarang

Dinas Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City, Kamis 16 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)
Dinas Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City, Kamis 16 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)

“Misal di suatu wilayah terindikasi penyakit tertentu, maka apotek di sana bisa segera menyetok obat tersebut. Jadi tiap daerah bisa berbeda-beda penanganannya. Pihak apotek bisa menyetok obat yang memang dibutuhkan masyarakat setempat, dan masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka,” paparnya.

Lebih lanjut, Handi mengatakan bahwa inovasi Pharma City ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kemenkes menobatkan program ini sebagai yang pertama di Indonesia dari total 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi.

BACA JUGA  Bunda PAUD Jadi Langkah Strategis Kenali dan Arahkan Anak Sejak Dini

“Menurut Kemenkes, ini adalah yang pertama kali di Indonesia dan menjadi pioneer. Ke depan, sistem ini akan diupayakan untuk direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Handi.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam, mengungkapkan bahwa salah satu latar belakang diciptakannya Pharma City adalah keluhan masyarakat yang kerap kecewa saat menebus resep dokter.

BACA JUGA  Dinkes: 2.300 Pasien TBC di Semarang Belum Sembuh

“Ada beberapa masyarakat yang tidak puas, apalagi sudah pergi ke dokter dan mengantre, ternyata obat yang diresepkan di apotek tersebut tidak ada,” ungkap Hakam.

Melalui Pharma City, Dinkes Semarang mencoba menyatukan ekosistem kesehatan dalam satu genggaman, bahkan, ada ratusan fasilitas kesehatan yang diintegrasikan.

“Dari 446 apotek yang ada di Semarang, ditambah apotek di puskesmas, klinik, dan rumah sakit, semuanya kita gabungkan jadi satu,” sebutnya.

Meski begitu, Hakam mengakui tantangan terbesar dari sistem ini adalah kedisiplinan penginputan data oleh masing-masing faskes. Sebagai timbal balik atas kedisiplinan tersebut, Dinkes akan memberikan nilai tambah berupa pemetaan data penyakit.

Pos terkait