MATASEMARANG.COM – Genangan di Semarang bukan hanya akibat hujan deras, tetapi juga rob, luapan sungai, drainase buruk, sedimentasi, dan penurunan muka tanah.
Daerah Semarang bawah tentu saja akrab dengan genangan seperti Kaligawe, Genuk yang merupakan daerah yang berada di pesisir.
Pusat Kota Semarang pun tak lolos dari genangan ketika hujan mengguyur Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Bahkan kini banjir juga menyapa daerah Semarang atas, yakni Jalan Sirojudin Tembalang karena drainase yang tak mampu menampung debit air.
Berikut ini jalanan di Kota Semarang yang rawan banjir, terutama ketika intensitas hujan tinggi:
Jalan Kaligawe Raya

Sebagai jalur vital Pantura, Jalan Kaligawe Raya sering lumpuh total saat banjir.
Genangan air bisa mencapai 70–80 cm, membuat kendaraan kecil dilarang melintas.
Menurut laporan, banjir di Kaligawe disebabkan oleh rob, luapan sungai dari hulu, dan kegagalan sistem drainase.
Selain itu, penurunan muka tanah di kawasan pesisir memperburuk kondisi. Pasca banjir, jalan rusak parah dengan lubang besar dan kubangan air.
Pemerintah menyiapkan proyek jangka panjang seperti kolam retensi dan peninggian rel KA untuk mengurangi risiko.
Simpang Lima

Sebagai pusat kota, Simpang Lima sering menjadi sorotan saat banjir.
Topografi datar membuat air sulit mengalir, sementara drainase di kawasan ini tidak mampu menampung curah hujan ekstrem.
Banjir di Simpang Lima sering terjadi bersamaan dengan genangan di beberapa titik lain di wilayah sekitarnya.
Ketinggian air bervariasi antara 30–60 cm, cukup untuk menghambat kendaraan kecil.


















