MATASEMARANG.COM – Kota Semarang memiliki urat nadi transportasi publik yang seru untuk dieksplorasi, yaitu Trans Semarang dan armada Feeder-nya.
Setiap hari puluhan ribu orang menggunakan layanan transportasi yang disediakan pemerintah kota.
Berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, pekerja bisa dengan mudah mengakses seluruh sudut Kota Semarang dengan sekali membayar.
Bagi para pelancong, naik bus BRT atau mikrobus di kota ini bukan sekadar perjalanan pindah dari titik A ke titik B, melainkan sebuah petualangan visual.
Dari rute menanjak membelah perbukitan yang sejuk, melintasi kawasan heritase yang sarat sejarah, hingga rute sibuk yang merekam denyut nadi produktivitas warganya, transportasi publik Semarang menawarkan pengalaman autentik.
Siapkan kartu pembayarn non-tunai atau uang pas Anda, karena kita akan mengintip 5 rute Trans Semarang dan Feeder paling ramai sekaligus unik yang menyimpan pesona tersendiri bagi para wisatawan.
Rute Koridor I: Sumbu Penghubung Kendal-Demak
Koridor I Trans Semarang terletak pada armadanya yang menggunakan bus berukuran besar, menjadi koridor paling sibuk yang melintasi pusat kota.
Kini menjadi rute percontohan untuk uji coba armada listrik di Kota Semarang.
Koridor I Trans Semarang menghubungkan antara Kabupaten Demak dan Kendal sehingga dapat menjadi hub bagi wisatawan untuk menuju kedua daerah tersebut.
Selain itu, di ujung barat Kota Semarang juga terdapat Semarang Zoo yang bisa dikujungi para wisatawan.
Rute POJ City Dilayani hingga Malam Hari
Terdapat daerah di Kota Semarang yang diprediksi akan menjadi pusat perekonomian baru, yaitu POJ City.
Gedung-gedung modern baru sedang dalam pembangunan, mulai dari pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, perhotelan, restoran, dan fasilitas olahraga.
Menariknya, armada Trans Semarang pada rute baru ini akan melayani penumpang mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Dengan demikian, para wisatawan yang ingin menilik kawasan baru ini tidak akan kesulitan mengakses layanan dari POJ City untuk menuju ke tengah kota.
Koridor V: Akses ke Bandara Tanpa Ribet
Keunikan utama rute Trans Semarang Koridor V adalah perannya sebagai koridor terpanjang dan fungsi khususnya sebagai penghubung langsung antara Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan kawasan padat penduduk hingga area timur.
Kehadiran koridor V yang langsung “menjemput” penumpang dari bandara tentu saja menjadi angin segar bagi para traveller yang ingin menghemat budget keluar bandara tanpa menyewa kendaraan dengan argo mahal.
Rute Koridor III (A/B): Penjelajah Kawasan Sejarah dan Kota Lama
Koridor loop (memutar) ini membelah jantung sejarah Kota Lumpia. Menghubungkan Pelabuhan Tanjung Mas dengan pusat kota, rute ini menjadi favorit karena melewati titik-titik ikonik yang ramah pejalan kaki.
Rute ini melewati kawasan Kota Lama Semarang (Little Netherland). Wisatawan bisa turun di halte sekitar Kota Lama, menikmati arsitektur kolonial, mengunjungi Gereja Blenduk, lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju kawasan kuliner Pecinan (Semawis) yang semarak.
Rute Koridor II: Jalur Klasik “Semarang Bawah” ke “Semarang Atas”
Ini adalah salah satu koridor paling ramai karena menghubungkan pusat transportasi utama (Stasiun Poncol) menuju area kampus dan perbukitan di Semarang Atas (Ungaran).
Rute ini menawarkan transisi lanskap yang kontras dari dataran rendah di kawasan Terboyo yang khas pesisir menuju area perbukitan yang lebih sejuk.
Wisatawan dapat menikmati sensasi bus yang perlahan menanjak di kawasan Gombel.
Dari jendela bus, terlihat panorama Kota Semarang dari ketinggian, terutama jika Anda naik menjelang sore hari saat lampu-lampu kota mulai menyala.

















