Dampaknya, pusat bisnis dan hiburan kota lumpuh, aktivitas ekonomi terganggu, dan lalu lintas macet parah.
Jalan Gajah Raya

Jalan Gajah Raya yang berujung di Jalan Arteri Soekarno Hatta juga menjadi langganan banjir. Rob dari pesisir utara yang masuk melalui saluran air menjadi faktor utama.
Ditambah curah hujan tinggi, genangan bisa bertahan lama di wilayah ini.
Drainase di kawasan ini tidak memadai, sementara sedimentasi sungai di sekitar Genuk memperlambat aliran air.
Jalan Dr Cipto

Sebagai jalan protokol, Dr Cipto beberapa kali tergenang saat musim hujan tiba.
Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi, drainase dangkal yang tersumbat sampah, serta penurunan muka tanah.
Kawasan ini juga padat aktivitas perdagangan, sehingga beban drainase semakin berat.
Di ujung Jalan Dr Cipto merupakan bundaran bubakan yang juga kerap terendam genangan hingga berhari-hari ketika hujan ekstrem.
Jalan Sirojudin, Tembalang

Jalan Sirojudin menjadi salah satu titik paling sering tergenang di kawasan Tembalang. Hujan deras sudah cukup membuat sungai di sekitar jalan meluap.
Limpasan air dari Sungai Sirojudin tidak mampu ditampung oleh saluran yang sempit dan dangkal.
Selain itu, minimnya area resapan di kawasan padat permukiman dan kampus memperparah kondisi.


















