Korban atau Berkurban? Semangat Iduladha dan Kesadaran Keamanan Siber di Indonesia

Pratama
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Dr. Pratama Persadha. Dok. Pribadi

MATASEMARANG.COM – Iduladha 1447 Hijriah mengajarkan satu nilai fundamental yang universal: pengorbanan secara sadar dan ikhlas.

Seekor hewan kurban disembelih bukan karena paksaan, melainkan karena keyakinan dan keikhlasan hati. Nilai ini menarik jika kita tarik ke dalam realitas keamanan siber di Indonesia.

Pertanyaannya, ketika data pribadi kita bocor, ketika rekening kita dikuras melalui social engineering, atau ketika identitas digital kita dipakai untuk judi online tanpa sepengetahuan kita apakah itu pengorbanan yang sadar? Atau kita sedang menjadi korban?

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kumpulan Ucapan Selamat Iduladha 1446 H untuk Keluarga, Rekan Kerja, dan Cocok Jadi Status di Media Sosial

Dalam catatan Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC menyebutkan sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Indonesia terus diguncang berbagai insiden kebocoran data. Data 240 juta jiwa penduduk Indonesia dikabarkan diperjualbelikan di dark web. Berbagai platform e-commerce, lembaga keuangan, dan layanan publik mengalami insiden kebocoran yang merugikan masyarakat.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 5,2 miliar anomali trafik hingga akhir 2025, dengan sektor keuangan menjadi yang paling rentan. Di sisi lain, modus penipuan digital terus berevolusi, dari phishing klasik hingga deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI) yang hampir tidak bisa dibedakan dari komunikasi asli.

BACA JUGA  Santer Isu "Reshuffle", Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Istana

Dalam konteks inilah, kata Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Dr. Pratama Persadha melalui WhatsApp, Rabu (27-5-2026), semangat Iduladha menjadi relevan. Pratama memandang perlu mengajak masyarakat untuk membedakan antara menjadi korban dan berkurban. Menjadi korban berarti kehilangan data atau uang tanpa sadar dan tanpa izin. Seseorang yang data pribadinya bocor karena kelalaian penyedia layanan adalah korban.

Pos terkait