Korban atau Berkurban? Semangat Iduladha dan Kesadaran Keamanan Siber di Indonesia

Pratama
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Dr. Pratama Persadha. Dok. Pribadi

Di sisi lain, negara juga harus menunjukkan pengorbanan yang nyata. Pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi yang diamanatkan UU PDP harus segera direalisasikan. Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU PDP harus segera diterbitkan. RUU Keamanan dan Ketahanan Siber yang sudah masuk Prolegnas harus dipercepat pembahasannya.

“Tanpa pengorbanan struktural dan anggaran dari negara, masyarakat hanya akan terus menjadi korban, bukan pihak yang berkurban secara sadar,” kata Pratama yang juga dosen pascasarjana di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

BACA JUGA  Rais Aam Tegaskan KH Yahya C. Staquf Tidak Lagi Ketua Umum PBNU

Pakar keamanan siber ini mengemukakan Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan yang paling bernilai adalah melakukannya dengan kesadaran penuh dan keikhlasan hati.

Bacaan Lainnya

Pada era digital, pengorbanan itu bisa dimulai dari hal sederhana: memikirkan ulang sebelum mengklik tautan, meluangkan waktu untuk memverifikasi informasi, dan menyadari bahwa data pribadi adalah amanah yang harus dijaga.

BACA JUGA  Diintimidasi, Orang Tua Korban Pencabulan Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Tolak Cabut Laporan

“Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk berubah dari sekadar korban menjadi pihak yang berkurban secara sadar demi keamanan siber Indonesia yang lebih baik,” kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini. [DDK/AZM] ***

Pos terkait