45 Persen Faktor Risiko Demensia Bisa Dicegah, Ini Pesan Prof. Vernooij-Dassen di FK Unsoed

Prof. Myrra Vernooij-Dassen saat menyampaikan kuliah pakar di FK Unsoed tentang pentingnya social health dalam pencegahan demensia (foto: Humas Unsoed)
Prof. Myrra Vernooij-Dassen saat menyampaikan kuliah pakar di FK Unsoed tentang pentingnya social health dalam pencegahan demensia (foto: Humas Unsoed)

MATASEMARANG.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) menggelar kuliah pakar bertajuk Providing Holistic Care for People with Dementia: Addressing Psychosocial Issues bersama Prof. Myrra Vernooij-Dassen dari Radboud University Medical Center, Belanda, Senin 2 Maret 2026.

Kegiatan ini diikuti dosen, mahasiswa kedokteran, serta residen neurologi dan anestesiologi, sebagai bagian dari komitmen FK Unsoed dalam merespons peningkatan kasus demensia di Indonesia.

Dalam paparannya, Prof. Vernooij-Dassen menyoroti bahwa sekitar 45 persen faktor risiko demensia dapat dimodifikasi, mulai dari rendahnya pendidikan, isolasi sosial, gangguan pendengaran, hipertensi, diabetes, obesitas, hingga depresi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Unsoed Perkuat Ekosistem Halal Indonesia lewat Pendampingan

Menurutnya, intervensi dini dan pencegahan menjadi langkah strategis untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Salah satu konsep utama yang ia tekankan adalah social health, yakni kemampuan individu membangun relasi bermakna, mempertahankan otonomi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.

“Isolasi sosial bukan sekadar minim interaksi, tetapi tentang kualitas hubungan dan rasa bermakna di dalamnya. Menjadi bagian yang berarti bagi orang lain sangat berpengaruh terhadap kesehatan kognitif,” jelasnya.

Prof. Vernooij-Dassen juga menekankan bahwa keterlibatan sosial aktif dapat memperkuat cognitive reserve, yaitu kemampuan otak membentuk jaringan alternatif saat terjadi kerusakan.

BACA JUGA  Unsoed dan Chiba University Gelar Summer Course Ke-3

Prinsipnya, “use it or lose it”, semakin aktif aktivitas sosial seseorang, semakin besar peluang mempertahankan fungsi kognitif.

Pos terkait