Promosi Doktor Unsoed: Riset Ikan Keting Jadi Dasar Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Dra. Siti Rukayah, M.Si. saat menjalani sidang terbuka promosi doktor di Program Studi S3 Biologi Unsoed (foto: Humas Unsoed)
Dra. Siti Rukayah, M.Si. saat menjalani sidang terbuka promosi doktor di Program Studi S3 Biologi Unsoed (foto: Humas Unsoed)

MATASEMARANG.COM – Universitas Jenderal Soedirman kembali melahirkan doktor baru melalui sidang terbuka promosi doktor Dra. Siti Rukayah, M.Si., Jumat 13 Februari 2026.

Ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Biologi Ikan Keting (Mystus nigriceps Valenciennes 1840) di Sungai Ijo dan Cicingguling Jawa Tengah: Upaya Pengelolaan Berkelanjutan.”

Penelitian ini menyoroti ikan Keting, salah satu ikan air tawar bernilai ekonomi dan ekologis penting bagi masyarakat sekitar sungai.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Unsoed dan Dinas ESDM Kembangkan Energi Alternatif Gas Rawa

Selama 12 bulan riset, Siti Rukayah menganalisis taksonomi, habitat, reproduksi, serta dinamika populasi ikan Keting.

Hasilnya menunjukkan pola pemijahan parsial spawner yang menguntungkan dari sisi ekonomi maupun konservasi, serta fakta bahwa penurunan populasi lebih banyak dipicu mortalitas alami dibanding eksploitasi penangkapan.

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Agus Nuryanto, M.Si. dan Dr.rer.nat. W. Lestari, M.Sc., penelitian ini menekankan pentingnya karakter morfologi dalam kajian taksonomi.

Penelaah Prof. Dr. Suhestri Suryaningsih, M.S. menilai pendekatan tersebut relevan untuk membedakan ikan jantan dan betina dalam budidaya.

BACA JUGA  Tim PKM Unsoed Dampingi Kelompok Independen Ecoprint

Siti Rukayah merekomendasikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, seperti jaring berdiameter 0,5–1 cm, untuk menjaga keberlanjutan populasi sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

“Langkah ini penting untuk mendukung konservasi perairan dan ekosistem,” ujarnya.

Promosi doktor ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu biologi perikanan, tetapi juga memberi dasar ilmiah bagi kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Jawa Tengah.

Pos terkait