Siswa Sekolah Rakyat Mulai Tempati Gedung Baru di Rowosari, Progres Pembangunan 99 Persen

Sekda Kota Semarang Handi Prayitno ketika di Sekolah Rakyat Terintegrasi, 14 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)
Sekda Kota Semarang Handi Prayitno ketika di Sekolah Rakyat Terintegrasi, 14 Juli 2026 (matasemarang.com/ Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kota Semarang mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

Secara resmi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto membuka MPLS Ramah Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung Serbaguna SRT 1 Kota Semarang pada Selasa, 14 Juli 2026.

Handi mengatakan pada tahun ajaran baru ini sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA masuk ke SRT 1 Kota Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Komitmen Mutu Berkelanjutan, Unsoed Selenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen

“Saat kita tinjauan ke sini duku kuota siswa masih kurang setelah itu kita kumpulkan camat dan koordinasi dengan dinsos dan alhamdulillah sudah terpenuhi bahkan lebih jadi kalau ada yang mundur maka yang cadangan bisa masuk. Total 270 siswa,” jelas Handi.

Ia mengatakan untuk pembangunan SRT hingga saat ini sudah mencapai 99 persen. Handi menyebut kontrak kerja pembangunan yang dilakukan Kementerian PU ditargetkan selesai semua pada 25 Juli 2026.

“Hari ini masih ada pekerjaan minor, finishing kecil tapi dari kementerian PU mengatakan 25 Juli sudah bersih semua, kontraknya memang sampai 25 Juli,” jelasnya.

BACA JUGA  Akun Instagram PDAM Tirta Moedal Semarang Matikan Kolom Komentar

Meski demikian, semua peserta didik baru sudah mulai masuk asrama sejak Senin, 13 Juli 2026 setelah melalui rangkaian cek kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa.

“Sebelum masuk asrama mereka sudah melakukan cek kesehatan baru masuk ke asrama. Kalau siswa yang dari rintisan yang di BLK akan mulai masuk asrama di sini pada akhir bulan,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, untuk tenaga pendidik, Handi mengatakan masih meminta bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk guru SD dan SMP, dan meminta bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk guru SMA.

Pos terkait