“Tenaga pendidikan pakai guru bantu kita ambil dari SD, SMP dan sudah koordinasi dengan provinsi untuk guru SMA diperbantukan sampai nanti ada rekrutmen yang memang khusus guru di sini di bulan September,” tuturnya.
Terkait dengan maraknya kasus kekerasan seksual dan bullying yang ada di lingkungan asrama, Handi menegaskan bahwa SRT sudah dilengkapi dengan kamera pengawas dan tenaga pengamanan baik sekuriti dan Satpol PP.
“Pengamanan kita siapkan tenaga pengamanan dari sekuriti, Satpol PP dan di tiap asrama terutama asrama putri juga kita minta dipasang CCTV sehingga keterjagaan siswa putri bisa terjamin,” tegasnya.
Handi berharap SRT dapat berjalan dengan baik dan bisa setara dengan sekolah lain, sehingga anak-anak lulusan SRT bisa memiliki masa depan yang layak.
“Semoga bisa berjalan dengan baik setara dengan sekolah lain dan anak-anak yang kemarin tidak mendapat sekolah menjadi setara dan bisa sekolah dengan gratis dan mempunyai masa depan,” pungkasnya.


















