MATASEMARANG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera mengevaluasi sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang sepi peminat pada Sistem Penerimaan Murid Baru 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan dari jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di Kota Semarang sebanyak 22.567 murid, itu melebihi kuota SD negeri yang hanya sekitar 14.530. Seharusnya, jika tidak ada masalah, SD negeri malah bisa menolak murid baru.
Untuk itu, Ahsan mengatakan bahwa Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi dengan mendata masalah yang ada di tiap sekolah yang kekurangan murid. Selain itu, pihaknya juga akan melebarkan kuota afirmasi dan melakukan intervensi sarana prasarana agar tidak kalah dengan SD swasta.
“Nanti kami akan berikan… kalau perlu afirmasi-afirmasi, mungkin melengkapi sarana prasarana, intervensi di situ, peningkatan mutu pembelajaran, peningkatan mutu gurunya. Tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem berbeda-beda,” kata Ahsan, Jumat, 17 Juli 2026.
Meski demikian, pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan SPMB 2026. Terlebih kepada SD negeri yang kelebihan menerima murid baru.
“Namun ada beberapa SD negeri yang kurang diminati oleh masyarakat maka kami akan lakukan pembenahan-pembenahan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di lapangan,” tuturnya.
Sekolah Rakyat
Ditanya terkait apakah adanya Sekolah Rakyat menjadi salah satu faktor pemicu kurang diminatinya SD Negeri, Ahsan menampiknya.
Ia mengaku belum menemukan adanya keterkaitan antara penurunan minat terhadap SD negeri dengan hadirnya program SR.


















