5 Gereja Bersejarah di Semarang, Ada yang Jadi Cagar Budaya

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk

Pada tahun 2012 sebuah kediaman resmi dan kantor untuk uskup dibangun.

Kantor Uskup berisi sebuah kapel, arsip, sekretariat, taman, dan ruang pertemuan umum, serta enam kamar ruang perumahan. Ini adalah kursi dari Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Gereja Santo Yusuf Gedangan

Lokasi: Jalan Ronggowarsito nomor 11, Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  5 Stasiun di Semarang, Waktu di Sini Berjalan Seolah Lebih Lambat

Gereja Santo Yusuf atau juga dikenal sebagai Gereja Gedangan adalah gereja Katolik pertama di Kota Semarang.

Secara administratif, gereja ini merupakan bagian dari Paroki Santo Yusuf di Keuskupan Agung Semarang.

Tanggal 1 Oktober 1870, Pastor J Lijnen melakukan peletakkan batu pertama guna mengawali pembangunan gedung Gereja St Yusup di atas tanah pemberian pemerintah.

Menjelang selesainya pembangunan, pada Mei 1873 gereja yang sudah setengah jadi, tiba-tiba roboh tapi kemudian dilakukan perbaikan.

Gereja Santo Athanasius Agung Karangpanas

Lokasi: Jalan Dr. Wahidin nomor 108, Candisari, Semarang

BACA JUGA  5 Kampung Tematik Semarang Paling Unik yang Masih Eksis

Gereja Santo Athanasius Agung yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Athanasius Agung, Karangpanas adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Kota Semarang.

Gereja ini didedikasikan kepada Santo Athanasius Agung. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Keuskupan Agung Semarang.

Gereja ini cukup aktif dalam melakukan kegiatan. Gereja Santo Athanasius Agung rutin menggelar visualisasi jalan salib saat perayaan paskah.

Gereja Gereformeerd

Lokasi: Jalan Dr Sutomo nomor 24, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan

BACA JUGA  DPRD Semarang Ajak Masyarakat Pahami Manfaat Makan Ikan: Sumber Gizi dan Jadi Produk Ekonomi Tinggi

Gereja Gereformeerd didirikan pada 27 Oktober 1918, dan dilegalkan secara hukum oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 18 Maret 1928. Gereja ini diarsiteki oleh J. Th. Van Oyen.

Pos terkait