Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan Saat Terjadi OTT KPK

MATASEMARANG.COM – Pernyataan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bahwa saat dirinya ditangkap KPK kala itu sedang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dibantah keras oleh orang nomor satu di Jateng itu.

“Enggak. Info dari mana?” ujar Luthfi saat dihubungi awak media di Jakarta, Rabu.

Ketika dijelaskan bahwa informasi itu disampaikan oleh Fadia Arafiq, Luthfi mengaku tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gubernur: Jateng Fair 2025 Harus Tunjukkan Pembaruan Kreativitas

“Ditangkapnya di mana pun kami juga enggak tahu,” katanya.

Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, KPK mengumumkan melakukan rangkaian tangkap tangan pada bulan Ramadhan sekaligus merupakan OTT ketujuh pada tahun ini.

KPK mengatakan menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian KPK mengumumkan menangkap 11 orang lain dari Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu yang ditangkap adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.

Sementara itu, KPK mengatakan OTT yang menangkap Fadia Arafiq berkaitan dengan pengadaan outsourcing atau tenaga alih daya pada beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

BACA JUGA  Pameran Otomotif Government Auto Show (GAS) Ngopeni Nglakoni Jateng: Diikuti 17 Merk Kendaraan

Pada 4 Maret 2026, Fadia Arafiq saat muncul dengan mengenakan rompi oranye KPK, mengaku ditangkap lembaga antirasuah di rumah saat bersama dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

“Saat penangkapan, mereka (KPK, red.) menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah,” ujar Fadia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu. [Ant]

Pos terkait