Kemudian, Trump mengatakan di media sosial bahwa pasukan AS telah “benar-benar menghancurkan” setiap target militer di Pulau Kharg Iran, tempat sebagian besar ekspor minyak mentah Iran ditangani.
“Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tulisnya.
Di tengah lonjakan harga minyak, pemerintahan Trump juga mengemukakan gagasan untuk menggunakan kapal Angkatan Laut AS guna mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut agar terlindungi dari kemungkinan serangan.
Saat berbicara kepada pers sebelum berangkat menuju Florida, Trump mengatakan bahwa langkah pengawalan kapal itu kemungkinan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. [Ant/Kyodo-OANA]


















