Perang dengan Iran, AS Kehilangan Peralatan Militer Rp33 Triliun

Iran
Iran menyerang pangkalan militer AS di Bahrain. Foto: Aljazeera

MATASEMARANG.COM – Perang Iran dengan Amerika Serikat yang didukung Israel sudah memasuki hari keenam. Meski belum sepekan penuh, AS sudah kehilangan peralatan militer sangat banyaj.

AS disebut telah kehilangan peralatan militer dengan nilai hampir 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,7 triliun) di tengah operasi militernya terhadap Iran sejak Sabtu (28/2), menurut estimasi dan data yang dihimpun oleh Kantor Berita Anadolu.

Melalui publikasinya pada Rabu (4/3), Anadolu mencatat bahwa penyumbang utama besarnya biaya tersebut adalah sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, senilai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp18,6 triliun).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Netanyahu Minta Grasi dari Dakwaan Korupsi, Sikap Rakyat Israel Terbelah

Sistem tersebut terkena serangan rudal Iran pada Sabtu lalu, dengan Qatar mengonfirmasi bahwa radar tersebut terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Pada Minggu (1/3), tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle hilang akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.

Meski keenam awak selamat, pesawat-pesawat tersebut hancur. Biaya penggantiannya diperkirakan mencapai 282 juta dolar AS (Rp4,7 triliun).

Kemudian, dalam serangan pembuka pada Sabtu, Iran juga menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, yang menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta beberapa bangunan besar.

BACA JUGA  Israel Usir Warga Palestina di Gaza

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B dan diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS (Rp337 miliar), termasuk biaya penempatan dan instalasi.

Pos terkait