Perang dengan Iran, AS Kehilangan Peralatan Militer Rp33 Triliun

Iran
Iran menyerang pangkalan militer AS di Bahrain. Foto: Aljazeera

Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik THAAD (ABM), yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Citra satelit dari laporan intelijen sumber terbuka menunjukkan adanya serangan. Nilai komponen radar yang hancur tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS (Rp8,4 triliun).

Jika digabungkan, Iran telah merusak aset militer AS di kawasan tersebut senilai sekitar 1,902 miliar dolar AS (Rp33 triliun).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Iran dan AS Gagal Capai Kesepakatan

Sejauh ini, Iran telah menargetkan sedikitnya tujuh lokasi militer AS di Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran.

Tujuh lokasi itu yakni markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem, Camp Buehring di Kuwait, Pangkalan Erbil di Irak, Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab yang merupakan pelabuhan persinggahan terbesar Angkatan Laut AS di Timur Tengah, serta Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

Selain pangkalan militer, misi diplomatik AS di Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat juga menjadi sasaran serangan.

BACA JUGA  Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Final AFC Futsal 2026 Indonesia vs Iran

Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, terkena dua serangan drone. Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan “kebakaran terbatas dan kerusakan kecil material” pada kompleks tersebut. Menurut The Washington Post, Stasiun CIA di dalam kompleks itu juga terkena dampak.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Kuwait City, Kuwait, diserang dengan drone dan rudal yang digambarkan sebagai serangan “brutal” oleh pejabat Kuwait.

Pos terkait