MATASEMARANG.COM – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengatakan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi penghasil pangan terbaik di Indonesia.
Selain dikenal sebagai daerah agraris, sektor peternakan di Jateng juga berperan strategis sebagai penyumbang kebutuhan protein nasional.
Menurut data, populasi ternak di Jawa Tengah mencapai 5,8 juta ekor, dengan kambing mendominasi sebanyak 3,5 juta ekor.
Populasi unggas juga sangat besar, meliputi ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, hingga itik. Sektor ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Dengan potensi yang besar, Jawa Tengah harus menjadi daerah penghasil pangan terbaik. Balai-balai ternak saat ini sudah kita dorong untuk direvitalisasi lewat Perda. Tentu prestasi dalam produksi pangan ini harus diimbangi dengan kesejahteraan pelaku utamanya yaitu peternak,” ujar Sumanto, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menekankan pentingnya revitalisasi balai peternakan sebagai pusat pengembangan bibit unggul. DPRD Jateng bahkan telah membuat Perda Peningkatan Balai Pertanian, Peternakan, dan Perikanan agar balai bekerja lebih profesional.
Sumanto menilai, balai peternakan bisa dikembangkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sehingga lebih mandiri dan menguntungkan.
Selain masalah bibit, Sumanto menyoroti belum adanya kepastian harga ternak. Ia mendorong pemerintah memberikan insentif yang cukup agar beternak bisa menghasilkan pendapatan setimpal dengan modal yang dikeluarkan.
“Pemerintah juga perlu memberikan bimbingan dan fasilitasi bagi para peternak. Jika perlu, membentuk lembaga ekonomi seperti koperasi atau BUMDes untuk memperkuat posisi peternak,” tambahnya.

















