MATASEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong agar program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dijalankan Pemprov Jateng terus diperluas hingga menjangkau desa-desa di berbagai wilayah, terutama daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas,” ujarnya dikutip Senin 25 Mei 2026.
Menurut Saleh, layanan kesehatan yang hadir langsung ke desa menjadi kebutuhan penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini dan meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Program ini juga dinilai mampu mengurangi beban masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang terkendala biaya transportasi maupun jarak menuju rumah sakit rujukan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sejak 2025 hingga 16 Mei 2026, program Speling telah dilaksanakan 1.143 kali di 1.089 desa/kelurahan pada 446 kecamatan, dengan total sasaran layanan mencapai 102.291 jiwa.
Program ini juga diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat, yang hingga 17 Mei 2026 telah menjangkau 8,81 juta orang atau sekitar 22,91 persen dari total penduduk Jawa Tengah.
Saleh menilai capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis cukup tinggi. Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa terus diperkuat agar program berbasis jemput bola ini berjalan optimal dan berkelanjutan.


















