MATASEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar lebih aktif menyerap dan memasarkan produk unggulan desa.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga harus menjadi penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah bagi produk-produk unggulan desa agar bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” ujarnya dikutip Senin 18 Mei 2026.
Saleh menegaskan, setiap desa di Jawa Tengah memiliki potensi berbeda, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan, hingga produk olahan UMKM.
Karena itu, pengelolaan koperasi harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Data terbaru menunjukkan, hingga 16 Mei 2026 terdapat 6.271 unit KDKMP yang beroperasi di Jawa Tengah atau sekitar 73 persen dari target. Dari jumlah tersebut, 2.769 unit telah memiliki gedung koperasi.
Capaian ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi secara nasional.
Saleh menilai perkembangan tersebut sebagai modal besar memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
“Antusiasme masyarakat dan pemerintah desa cukup tinggi. Tinggal bagaimana koperasi ini benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan pendampingan, mulai dari manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, koperasi perlu dikelola secara profesional agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi saat ini.


















