Ketua DPRD Jateng Dorong Pertanian Modern, Ajak Petani Budidaya Kangkung untuk Tambahan Penghasilan

Ketua DPRD Jateng Sumanto berdialog dengan petani dalam Temu Tani di Karanganyar (foto: DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto berdialog dengan petani dalam Temu Tani di Karanganyar (foto: DPRD Jateng)

MATASEMARANG.COM – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menggelar kegiatan Temu Tani bersama ratusan petani di Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih.

Acara ini menjadi wadah serap aspirasi sekaligus forum diskusi mengenai tantangan sektor pertanian, termasuk minimnya regenerasi petani.

Dalam sesi tanya jawab, petani mengeluhkan rendahnya minat anak muda untuk terjun ke dunia pertanian. Menanggapi hal itu, Sumanto menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar gengsi, melainkan kepastian kesejahteraan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Nguri-uri Budaya, Sumanto Minta Ada Perdes “Nanggap” Kesenian Tradisional

“Anak muda akan mau turun ke sawah kalau hasilnya menjanjikan. Sayangnya, penghasilan petani kita masih minim, bahkan sering lebih rendah dari UMR buruh pabrik,” ujarnya dikutip Senin 29 Juni 2026.

Menurut Sumanto, ada tiga faktor utama yang membuat profesi petani kurang diminati generasi muda:

  • Modal besar untuk bibit, pupuk, dan obat-obatan.
  • Risiko gagal panen akibat hama dan cuaca ekstrem.
  • Harga komoditas anjlok saat panen raya.

Ia menekankan perlunya transformasi menuju pertanian modern dengan teknologi dan manajemen pasar agar sektor ini lebih efisien dan menguntungkan.

BACA JUGA  Komisi C DPRD Jateng Dorong Kenaikan Tarif Retribusi Jembatan

“Pertanian harus diubah menjadi sektor bisnis yang keren. Jika hasilnya lebih besar dari kerja di kota, anak muda akan kembali ke desa,” terangnya.

Selain itu, Sumanto mendorong petani memiliki usaha sampingan dengan memanfaatkan lahan kosong.

Ia mencontohkan budidaya kangkung yang memiliki prospek menjanjikan.

Dengan simulasi lahan 1.000 meter persegi, petani bisa menghasilkan sekitar 600 ikat kangkung per hari dengan omzet Rp600 ribu.

Setelah dikurangi biaya operasional Rp180 ribu, laba bersih mencapai Rp420 ribu per hari atau sekitar Rp12,6 juta per bulan.

BACA JUGA  Rukiyanto Tolak Sewa Lahan Pertanian Naik 8.000 Persen, Bandingkan dengan Lapangan Golf

“Cukup dua jam setiap hari, tanpa buruh tani, hasilnya bisa jadi tambahan penghasilan yang baik bagi keluarga,” jelasnya.

Pos terkait