MATASEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong perluasan akses permodalan murah bagi pelaku UMKM guna memperkuat daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Saleh, UMKM memiliki peran strategis dengan jumlah pelaku usaha mencapai lebih dari empat juta unit.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.
Ia menilai perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah menjadi langkah penting untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha.
Saleh juga mendorong perbankan, termasuk Bank Jateng, memperkuat dukungan pembiayaan yang mudah diakses.
Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset Rp93,97 triliun, dana pihak ketiga Rp75,80 triliun, dan penyaluran kredit Rp63,66 triliun, dengan rasio kecukupan modal (CAR) 22 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal baik untuk memperluas pembiayaan produktif bagi UMKM.
Selain permodalan, Saleh menekankan pentingnya pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, dan penguatan pemasaran agar UMKM mampu bersaing di pasar kompetitif.
Ia menyebut peluang pengembangan UMKM di Jawa Tengah masih besar, seiring pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dari nasional 5,61 persen, dengan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkasnya.


















