MATASEMARANG.COM – DPRD Kota Semarang mendorong agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Ibu Kota Jawa Tengah ini bisa berkembang secara menyeluruh.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Widodo mengatakan guna mewujudkan hal tersebut perlu adanya peran serta dari pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang untuk melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM.
Tak hanya pendampingan saja, Dinkop juga sebaiknya bisa memfasilitasi pelaku UMKM untuk bisa berdaya saing sehingga bisa naik kelas.
Ia menjelaskan, pendampingan dan fasilitasi tersebut bisa diberikan dalam bentuk pembinaan, permodalan, perizinan hingga pemasaran produk (4P).
“4P ini yang kami dorong kepada Dinkop agar pelaku UMKM di Semarang ini bisa naik kelas,” kata Joko, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia merinci, pendampingan yang bisa dilakukan oleh pemerintah mulai dari memberikan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk membuat produk yang berkualitas dan berdaya saing di pasaran.
Dari segi permodalan, ia juga meminta Dinkop untuk mengupayakan kredit wibawa bagi pelaku UMKM yang diketahui berhenti sejak 2023.
“Padahal jika program tersebut berjalan bisa membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha kecil-kecilannya. Karena bantuan program kredit lunak ini yang sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta per pelaku UMKM,” imbuhnya.
Sementara, dari aspek pemasaran produk, pihaknya mendorong dinas terkait untuk memperbanyak dan memperluas pelatihan, pelaku UMKM dalam mempromosikan di marketplace atau secara online.


















